LINTAS BUDAYA
Armono
13509517
3PA07
1.
Contoh
konsep cerdas dunia barat
Budaya
barat menekankan dunia objektif untuk menghasilkan pola pikir yang berorientasi
pada sains dan teknologi (mengarah pada intelektual duniawi). Pola pikir
masyarakat barat yang beranggapan bahwa manusia adalah ukuran dari segalanya
diartikan sebagai, manusia memiliki kemampuan untuk menyempurnakan hidupnya
sendiri berdasarkan akal, intelektual dan pengalaman. Pola pikir tersebut
menghasilkan paradigma tentang kepuasan di mata orang barat, masyarakat barat
meyakini kepuasan dapat diperoleh melalui usaha-usaha atau perhatian terhadap
benda, kenikmatan dan keselarasan di dunia. Nilai-nilai tersebut dengan mudah
dilihat dalam berbagai manifestasi budaya barat, baik dalam bentuk kebudayaan
material maupun non-material.
Dalam peragaannya,
konsep cerdas dunia barat itu menghasilkan sikap penghargaan yang tinggi atas
kerja nalar individu dan individualisme, menimbulkan konsep mengenai
kebahagiaan yang didapatkan secara sekuler, pemahaman mengenai demokrasi,
kapitalisme, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
2.
Sikap
individualisme individu dunia barat terhadap lingkungannya
Masyarakat barat menilai bahwa sikap individualisme sangat membantu
seorang individu untuk lebih mampu mengeksplorasi kemampuannya agar terus
berkembang dan memberikan pencapaian terbaik yang diinginkan oleh individu
tersebut. Dengan pemahaman tersebut, masyarakat barat tidak segan untuk
bersikap individual demi kemajuan mereka.
3.
Contoh
konsep cerdas dunia timur
Seorang filsuf islam, Luqman al-Hakim, memberikan keterangan tentang klasifikasi
orang yang cerdas, yakni orang yang memiliki sifat kasih sayang, efisien,
efektif (berdaya guna/bermanfaat), menjaga kehormatan, konsisten, sabar, empati
(peduli), jujur, apresiatif, berilmu pengetahuan, berketerampilan, adil, benar,
komitmen, proaktif, tangguh, amanah, visioner, dan menjadi pelopor kebaikan.
4.
Sikap
kolektivitas individu dunia timur terhadap lingkungannya
Definisi cerdas di atas mencakup beberapa hal yang menjadi dasar dari
fungsi dan kebutuhan seorang individu sebagai makhluk sosial. Sebagai makhluk
sosial, individu di tuntut untuk lebih kuat dalam mengaktifkan perasaan agar
mampu menjalin hubungan yang baik sesama manusia. Hal tersebut dengan
sendirinya membuat masyarakat berperilaku suka untuk melakukan sesuatu dengan
bersama-sama, baik itu dengan keluarga, teman sepermainan maupun orang-orang di
sekitar tempat tinggalnya.
5.
Perbedaan
dan persamaan budaya barat dan timur dalam konteks intelegensi
Budaya
barat lebih menekankan dunia objektif dibandingkan perasaan, emosi atau
subjektif sehingga pola pikir individu dunia barat berorientasi pada sains,
ilmu pengetahuan dan teknologi. Nilai budaya barat lebih menekan pada rasio dan hanya meyakini sesuatu yang masuk
akal saja, sehingga kadang ritual keagamaan di pandang sebagai sesuatu yang
tidak masuk akal (irasional). Budaya barat mengarahkan pola pikir untuk terpikat
pada kemajuan material dan kehidupan duniawi, serta hidup dalam dunia teknis
dan ilmiah, sehingga pola pikir mengenai nilai-nilai hidup yang meminta
kepekaan hati di anggap sebagai pola pikir yang tidak bermutu.
Nilai
budaya timur pada intinya banyak bersumber dari agama dan keyakinan animisme
bagi masyarakat yang masih kolot. Agama tidak hanya mengatur individu dalam
hubungan individu tersebut dengan Tuhan yang individu tersebut yakini tapi juga
mengatur nilai-nilai, norma-norma dan pola pikir individu tersebut dalam
kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai, norma-norma dan pola pikir masyarakat
dunia timur yang berdasar dari agama membuat masyarakat dunia timur lebih
mendasarkan budaya timur pada agama yang masyarakat tersebut yakini. Nilai-nilai,
norma-norma dan pola pikir yang berdasar agama tersebut pun menghasilkan pemahaman
tentang budaya yang lebih mementingkan kehidupan beragama dan bermasyarakat
yang baik ketimbang pengetahuan ilmiah (dunia objektif). Inti kepribadian
manusia timur terletak pada hati individu tersebut. Dengan hati tersebut
individu dapat menyatukan akal budi, intuisi, intelegensi dan perasaan yang
dimiliki oleh individu tersebut. Nilai kebudayaan timur menekankan unsur terdalam
jiwa, disiplin dalam mengendalikan diri, sederhana, serta tidak mementingkan
dunia.
6.
Perbedaan
dan persamaan budaya barat dan timur dalam konteks kognisi
Budaya
barat membentuk pola pikir masyarakat dunia barat berorientasi lebih pada ilmu
pengetahuan duniawi ketimbang ilmu pengetahuan indrawi, hal tersebut membentuk
kognitif masyarakat dunia barat yang lebih mengarah pada kemajuan zaman.
Budaya
timur membentuk pola pikir masyarakat dunia timur untuk berorientasi lebih pada
ilmu pengetahuan indrawi ketimbang ilmu pengetahuan duniawi, hal tersebut
membentuk kognitif masyarakat dunia timur lebih mengarah pada hubungan dengan
Tuhan.
Kognitif
masyarakat dunia timur maupun barat terus maju dan berkembang dalam konteks
kognisi masyarakat tersebut.