Rabu, 27 November 2013



LINTAS BUDAYA
Armono
13509517
3PA07

1.     Contoh konsep cerdas dunia barat
Budaya barat menekankan dunia objektif untuk menghasilkan pola pikir yang berorientasi pada sains dan teknologi (mengarah pada intelektual duniawi). Pola pikir masyarakat barat yang beranggapan bahwa manusia adalah ukuran dari segalanya diartikan sebagai, manusia memiliki kemampuan untuk menyempurnakan hidupnya sendiri berdasarkan akal, intelektual dan pengalaman. Pola pikir tersebut menghasilkan paradigma tentang kepuasan di mata orang barat, masyarakat barat meyakini kepuasan dapat diperoleh melalui usaha-usaha atau perhatian terhadap benda, kenikmatan dan keselarasan di dunia. Nilai-nilai tersebut dengan mudah dilihat dalam berbagai manifestasi budaya barat, baik dalam bentuk kebudayaan material maupun non-material.
Dalam peragaannya, konsep cerdas dunia barat itu menghasilkan sikap penghargaan yang tinggi atas kerja nalar individu dan individualisme, menimbulkan konsep mengenai kebahagiaan yang didapatkan secara sekuler, pemahaman mengenai demokrasi, kapitalisme, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
2.     Sikap individualisme individu dunia barat terhadap lingkungannya
Masyarakat barat menilai bahwa sikap individualisme sangat membantu seorang individu untuk lebih mampu mengeksplorasi kemampuannya agar terus berkembang dan memberikan pencapaian terbaik yang diinginkan oleh individu tersebut. Dengan pemahaman tersebut, masyarakat barat tidak segan untuk bersikap individual demi kemajuan mereka.  
3.     Contoh konsep cerdas dunia timur
Seorang filsuf islam, Luqman al-Hakim, memberikan keterangan tentang klasifikasi orang yang cerdas, yakni orang yang memiliki sifat kasih sayang, efisien, efektif (berdaya guna/bermanfaat), menjaga kehormatan, konsisten, sabar, empati (peduli), jujur, apresiatif, berilmu pengetahuan, berketerampilan, adil, benar, komitmen, proaktif, tangguh, amanah, visioner, dan menjadi pelopor kebaikan.
4.     Sikap kolektivitas individu dunia timur terhadap lingkungannya
Definisi cerdas di atas mencakup beberapa hal yang menjadi dasar dari fungsi dan kebutuhan seorang individu sebagai makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial, individu di tuntut untuk lebih kuat dalam mengaktifkan perasaan agar mampu menjalin hubungan yang baik sesama manusia. Hal tersebut dengan sendirinya membuat masyarakat berperilaku suka untuk melakukan sesuatu dengan bersama-sama, baik itu dengan keluarga, teman sepermainan maupun orang-orang di sekitar tempat tinggalnya.
5.     Perbedaan dan persamaan budaya barat dan timur dalam konteks intelegensi  
Budaya barat lebih menekankan dunia objektif dibandingkan perasaan, emosi atau subjektif sehingga pola pikir individu dunia barat berorientasi pada sains, ilmu pengetahuan dan teknologi. Nilai budaya barat lebih menekan pada  rasio dan hanya meyakini sesuatu yang masuk akal saja, sehingga kadang ritual keagamaan di pandang sebagai sesuatu yang tidak masuk akal (irasional). Budaya barat mengarahkan pola pikir untuk terpikat pada kemajuan material dan kehidupan duniawi, serta hidup dalam dunia teknis dan ilmiah, sehingga pola pikir mengenai nilai-nilai hidup yang meminta kepekaan hati di anggap sebagai pola pikir yang tidak bermutu.
Nilai budaya timur pada intinya banyak bersumber dari agama dan keyakinan animisme bagi masyarakat yang masih kolot. Agama tidak hanya mengatur individu dalam hubungan individu tersebut dengan Tuhan yang individu tersebut yakini tapi juga mengatur nilai-nilai, norma-norma dan pola pikir individu tersebut dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai, norma-norma dan pola pikir masyarakat dunia timur yang berdasar dari agama membuat masyarakat dunia timur lebih mendasarkan budaya timur pada agama yang masyarakat tersebut yakini. Nilai-nilai, norma-norma dan pola pikir yang berdasar agama tersebut pun menghasilkan pemahaman tentang budaya yang lebih mementingkan kehidupan beragama dan bermasyarakat yang baik ketimbang pengetahuan ilmiah (dunia objektif). Inti kepribadian manusia timur terletak pada hati individu tersebut. Dengan hati tersebut individu dapat menyatukan akal budi, intuisi, intelegensi dan perasaan yang dimiliki oleh individu tersebut. Nilai kebudayaan timur menekankan unsur terdalam jiwa, disiplin dalam mengendalikan diri, sederhana, serta tidak mementingkan dunia.
6.     Perbedaan dan persamaan budaya barat dan timur dalam konteks kognisi
Budaya barat membentuk pola pikir masyarakat dunia barat berorientasi lebih pada ilmu pengetahuan duniawi ketimbang ilmu pengetahuan indrawi, hal tersebut membentuk kognitif masyarakat dunia barat yang lebih mengarah pada kemajuan zaman.
Budaya timur membentuk pola pikir masyarakat dunia timur untuk berorientasi lebih pada ilmu pengetahuan indrawi ketimbang ilmu pengetahuan duniawi, hal tersebut membentuk kognitif masyarakat dunia timur lebih mengarah pada hubungan dengan Tuhan.
Kognitif masyarakat dunia timur maupun barat terus maju dan berkembang dalam konteks kognisi masyarakat tersebut.